Sabtu, 02 Januari 2010





Selengkapnya...

Rabu, 25 November 2009

Persib Khawatir Kekompakan Pemain tak Maksimal
By Republika Newsroom
Rabu, 18 November 2009 pukul 20:09:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share
Persib Khawatir Kekompakan Pemain tak Maksimal

BANDUNG--Tim "Maung Bandung" Persib khawatirkan kekompakan dan kerjasama tim tak maksimal saat melawan Pelita Jaya Jabar pada Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (21/11) mendatang.

Pasalnya, tujuh pemain pilar tim asuhan Jaya Hartono itu belum bisa bergabung menjelang pertandingan "prestise" itu karena masih memperkuat Timnas.

Lima pemain Persib memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala Asia yakni Maman Abdurahman, Nova Aryanto, Hariono, Budi Sudarsono dan kapten tim Eka Ramdani. Budi pemain terakhir yang dipanggil pelatih Benny Dollo Jumat pekan lalu, dan baru gabung Senin kemarin.


Kelimanya dipanggil untuk bertanding melawan Kuwait pada Rabu (18/11) ini. Sedangkan dua pemain lainnya Kosin Hathairatanakol dan Sinchuo Nuthnum juga masih memperkuat Timnas Thailand yang juga bertanding di ajang Piala Asia.

"Terus terang saja saya kesulitan untuk memadukan kekompakan dan kerjasama tim, kami harus kerja keras memanfaatkan waktu tersisa," kata Pelatih Jaya Hartono.

Kelima pemain Persib di Timnas PSSI baru pulang, Kamis besok dan rencananya langsung bergabung dalam latihan bersama rekan-rekannya di Tim Maung Bandung. Bagi Budi, tak begitu bermasalah karena selama ini berlatih di Bandung.

Namun empat pemain lainnya, Maman, Nova, Hariono dan Eka cukup lama bergabung dengan Timnas sehingga perlu mengintensifkan latihan untuk kerjasama dan kekompakkan dalam waktu dua hari.

Bahkan dua pemain Persib asal Thailand, Kosin dan Sinchuo baru bisa gabung pada Jumat (20/11). Keduanya hanya sempat berlatih dengan Persib selama dua hari pada dua minggu lalu.

Kosin sendiri diprediksi akan menjadi kiper utama Tim Persib saat meladeni Pelita Jaya. Sedangkan Sinchuo yang akan diposisikan sebagai pemain sayap diperkirakan akan dibangku cadangkan terlebih dahulu untuk memberikan kesempatan melihat permainan rekan setimnya.

"Lawan Pelita, saya hanya akan menurunkan pemain yang benar-benar siap baik dari sisi kebugaran maupun mental bertanding. Semua tim tetap berpeluang jadi starter, kata Jaya Hartono.

Persib sendiri diwajibkan menang lawan Pelita Jaya pada pertandingan Sabtu nanti, pasalnya saat ini tim Bandung itu sudah kehilangan dua pertandingan lawan Persiba dan PSM yang berakhir dengan kekalahan.

Duel Persib lawan Pelita juga menjadi pertaruhan bagi pelatih Jaya Hartono yang dituntut untuk mampu meraih kemenangan pertama di kandang sendiri.

Meski tanpa tujuh pemain pilarnya, tim Persib tetap berlatih keras di Stadion Persib Jalan A Yani Kota Bandung. termasuk mengasah ketajaman dua striker mautnya Hilton Moriera dan Christian Gonzales.

Pemain digenjot dalam latihan game serta tembakan bola-bola mati dan canon ball. Sementara itu dia kipernya Cecep Supriatna dan Andri Haryanto juga mendapat pelatihan khusus mengantisipasi bola-bola mati dan memotong bola-bola silang.
Selengkapnya...

Persib Kalahkan Pelita Jaya 2-1Persib Kalahkan Pelita Jaya 2-1
Sabtu, 21 November 2009 21:03 WIB | Olahraga | Liga Indonesia | Dibaca 3817 kali
Persib Kalahkan Pelita Jaya 2-1
Kesebelasan Persib Bandung Suchao Nutnum (tengah ) berusaha melewati Pelita Jaya Jusmadi (kiri) dan Ardan Aras (kanan) dalam pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Jalak Harupat, Bandung, (21/11). (ANTARA/Rezza Estily)
Bandung (ANTARA News) - Tim "Maung Bandung" Persib secara dramatis mengalahkan Pelita Jaya Jabar 2-1 (0-0) pada lanjutan Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Jabar, Sabtu.

Striker asal Brasil, Hilton Moriera menjadi penentu kemenangan Persib melalui gol yang tercipta dari tembakan langsung pada menit ke-77.

Pelita Jaya sendiri sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh striker asal Kolumbia, Fonseca pada menit ke-58 babak kedua. Namun gelandang anyar Persib asal Thailand, Sunchao Nuthnum menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mencetak gol pada menit ke-65.

Sementara itu sebuah peluang penalti yang diperoleh tim Maung Bandung pada menit ke-30 babak pertama gagal membuahkan gol. Tembakan striker Christian Gonzales yang bertindak sebagai algojo membentur tiang gawang kanan Pelita yang dikawal Dian Agus Prasetyo.

Sekitar 30.000 bobotoh Persib sempat dibuat ketar ketir ketika tertingga 0-1, namun supporter fanatik Persib itu mulai percaya diri ketika tim asuhan Jaya Hartono mampu mencetak gol balasan dan akhirnya berpesta setelah timnya unggul 1-2.

Kemenangan "Maung Bandung" disambut pesta kembang api dan aplaus oleh bobotoh Bandung yang memenuhi Stadion Si Jalak Harupat.

Pertandingan yang dipimpin wasit Jimmy Napitupulu dari Jakarta berlangsung dalam tempo sedang di atas lapangan basah akibat hujan yang mengguyur sejak babak pertama.

Kemenangan dari Pelita Jaya, merupakan kemenangan pertama Persib Bandung di ajang Liga Super Indonesia (LSI) sekaligus mengamankan posisi Jaya Hartono dari posisi kepelatihan tim Bandung itu.

Kemenangan itu sebagai awal kebangkitan Persib setelah kalah pada dua pertandingan awal di ajang LSI dari Persiba Balikpapan 0-2 dan kalah 1-2 dari PSM.

Tim Persib tampil buruk pada babak pertama. Koordinasi antar lini tim Bandung itu tak berjalan. Padahal Persib memasang tiga striker sekaligus Hilton Moriera, Christian Gonzalez dan Budi Sudarsono.

Justeru beberapa kali penyerang Pelita, Fonseca dan Sirat Ahmad nyaris membobol gawang Persib yang dikawal Sintawechai "Kosin" Hathairattanakol.

Memasuki babak kedua, Persib maupun Pelita tak melakukan perubahan pemain. Pelita bangkit di awal babak kedua melalui serangan yang dibangun dari sektor sayap. klimaksnya gol Fonseca yang memanfaatkan bola blunder `stop ball` bek Persib, Christian Rene.
Namun perubahan serangan di pertengahan babak kedua dengan menaikan posisi Sunchao akhirnya mengakhiri kebuntuan sekaligus memastikan kemenangan 2-1 melalui gol Sunchao Nuthnum menit 65 dan Hilton Moriera menit ke-77.

Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Atep (Persib), Yuthajak Konjan, Extaban Vischara (Pelita).

Susunan pemain Persib: Shintawechai "Kosin" Hathairattanakol (kiper), Maman Abdurachman, Nova Aryanto, Christian Rene Martines, Cucu Hidayat, Atep, Eka Ramdani (k), Sunchau Nuthnum, Hilton Moriera, Airlangga, Christian Gonzales.Pelatih: Jaya Hartono.

Pelita Jaya: Dian Agus Prasetyo (kiper), Eduardo, Agustiar Batubara, Ahmad Jufrianto, Supardi (K), Ardan Aras, Yuthajak Konjan, Firman Utina, Extaban Vischara/ Kery Yudiono, Fonseca, Sirat Ahmad. Pelatih: Pandi Achmad.(*)


Selengkapnya...

Sabtu, 17 Oktober 2009

jadwal persib

Putaran I
Minggu 11 Oct 2009, Persiba vs PERSIB Skor : 2 - 0
Rabu 14 OcT 2009, PSM vs PERSIB Skor : 2 - 1
TC TIMNAS : 15 - 21 Oct 2009
Sabtu 21 Nov 2009, PERSIB vs Pelita Jaya
Selasa 24 Nov 2009, PERSIB vs Persitara
Minggu 29 Nov 2009, Persipura vs PERSIB
Rabu 2 Des 2009, Persiwa vs PERSIB
Minggu 6 Des 2009, PERSIB vs Persela
Rabu 9 Des 2009, PERSIB vs Persijap
Sabtu 12 Des 2009, Sriwijaya FC vs PERSIB
Sabtu 19 Des 2009, Arema vs PERSIB
Rabu 23 Des 2009, Persema vs PERSIB
TC TIMNAS : 26 Des 2009 - 6 Jan 2010
Sabtu 9 Jan 2010, PERSIBvs Persija
Selasa 12 Jan 2010, PERSIB vs PSPS
Sabtu 16 Jan 2010, Persisam vs PERSIB
Selasa 19 Jan 2010, Bontang FC vs PERSIB
Sabtu 23 Jan 2010, PERSIB vs Persebaya
Selasa 26 Jan 2010, PERSIB vs Persik

Putaran II
Minggu 7 Feb 2010, Persebaya vs PERSIB
Sabtu 13 Feb 2010, Persik vs PERSIB
Selasa 16 Feb 2010, PERSIB vs Persisam
Sabtu 20 Feb 2010, PERSIB vs Bontang FC
Minggu 28 Feb 2010, Persija vs PERSIB
Rabu 3 Mar 2010, PSPS vs PERSIB
Minggu 14 Mar 2010, PERSIB vs Arema
Rabu 17 Mar 2010, PERSIB vs Persema
Minggu 4 Apr 2010, Persela vs PERSIB
Rabu 7 Apr 2010, Persijap vs PERSIB
Minggu 18 Apr 2010, Pelita Jaya vs PERSIB
Rabu 21 Apr 2010, Persitara vs PERSIB
Minggu 2 Mei 2010, PERSIB vs Persiwa
Rabu 5 Mei 2010, PERSIB vs Persipura
Minggu16 Mei 2010, PERSIB vs Sriwijaya FC
Rabu 26 Mei 2010, PERSIB vs PSM
Minggu 30 Mei 2010, PERSIB vs Persiba

Selengkapnya...

Sabtu, 18 Juli 2009



18/07/2009 10:26

Liputan6.com, Jakarta: Petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, Kepolisian Daerah Metro Jaya, dan Brigade Mobil masih menyelidiki kasus ledakan. Polisi menyisir lokasi-lokasi ledakan di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7) pagi. Rencananya hari ini Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri akan datang ke lokasi.

Hari ini juga karyawan hotel tetap masuk seperti biasa. Namun kali ini, mereka yang masuk diperiksa lebih ketat. Sementara itu, sejumlah tamu di dua hotel yang terkena bom dipindah ke tempat lain, termasuk ke Hotel Four Seasons, Kuningan, Jaksel. Ada pula sebagian memilih pulang [baca: Simpati dan Solidaritas untuk Korban Bom]

Hingga kini terus mengalir ucapan belasungkawa terhadap para korban ledakan di lokasi kejadian. Beberapa warga juga masih mendatangi tempat kejadian. Mereka ingin mengetahui situasi pascaledakan.(AIS/VIN)

Selengkapnya...

Senin, 06 Juli 2009

Timnas Indonesia Gagal Lawan MU




Kedatangan Manchester United ke Indonesia ternyata benar-benar dimanfaatkan pihak panitia untuk kepentingan bisnis. Rencananya, tim All Star Liga Super Indonesia yang akan didapuk sebagai lawan Cristiano Ronaldo dkk pada 24 Juli mendatang menggantikan Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia sebelumnya dijadwalkan yang akan bertanding melawan MU, namun keputusan itu akhirnya berubah karena pertimbangan bisnis dengan balutan kemasan untuk menghibur penonton.

"Wacananya memang demikian. Tapi, semuanya baru bisa ditentukan setelah ada pernyataan resmi. Tunggu saja, saat ini persiapan untuk ujicoba dengan MU masih terus kami lakukan," kata Direktur Bidang Bisnis dan Marketing PSSI, Herman Chaniago seperti dilansir goal.com, Rabu (8/4).

Untuk menentukan siapa saja pemain tersebut, PSSI rencananya akan membuka nomor polling sms, dimana seluruh masyarakat Indonesia bebas menentukan pemain kesayangannya sendiri yang bermain di LSI.

Keputusan ini disambut kecewa pelatih Timnas Indonesia, Benny Dollo (Bendol), yang mengaku hanya bisa pasrah dan menerima keputusan PSSI.

"Saya pikir tidak ada masalah juga kalau anak-anak gagal menjajal MU. Sebab, kami bisa menggelar program ujicoba dengan tim lain. Lagi pula, semua itu tergantung PSSI," ujar Bendol dengan nada kecewa.

Sementara itu adanya wacana pemindahan tempat pertandingan yang tak akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), membuat fans "Setan Merah" yang ada di Jakarta dipastikan kecewa berat.

Penyebabnya tak lain, dipakainya SUGBK untuk kampanye Pemilihan Presiden bulan depan. Selain itu, rusaknya rumput dan pagar pembatas akibat dipakai partai politik dalam kampanye legislatif beberapa terakhir lalu, juga sebagai pemicu dipindahkannya laga tersebut.

"Untuk memperbaiki kerusakan yang saat ini saja, kami butuh waktu minimal satu setengah bulan. Jika kembali digunakan untuk kempanye Pilpres, tentu kondisinya akan kembali seperti sekarang lagi," jelas Direktur Pengelola stadion, Mahfudin Nigara, dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (8/4).

Kemungkinan, Stadion Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, yang sebelumnya dipakai untuk PON XVII kemarin, didaulat sebagi penggantinya karena pernah ditawarkan oleh Menegpora kepada Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, untuk menjadi tempat pertandingan eksibisi tersebut.

Stadion senilai 90 juta Dolar AS atau sekitar Rp. 800 miliar (di luar biaya pembangunan infrastruktur sekitar stadion) dianggap layak untuk tempat pertandingan tim kelas dunia karena setara dengan stadion-stadion kelas menengah di klub-klub Liga Eropa.

Stadion Palaran merupakan yang kedua nasional terbesar di Indonesia setelah SUGBK dengan kapasitas 40.000 penonton.

Tiket Termurah Rp. 100 ribu

Meskipun belum resmi, namun pihak panitia tak membantah jika harga tiket termurah untuk pertandingan tersebut sebesar Rp. 100 ribu dan yang termahal Rp. 2,5 juta.

"Saat ini, kami masih terus menghitungnya dan pasti akan menyampaikan secara resmi kepada teman-teman wartawan, setelah ada keputusan final," jelas Chaniago.

Tiket seharga Rp. 2,5 juta rencananya akan dicetak sebanyak 500 lembar saja. Sedangkan untuk tiket termurah seharga Rp100 ribu, dengan total tiket yang tersedia sebanyak 65 ribu lembar. Untuk pemilik tiket VVIP, panitia memberikan fasilitas tambahan berupa menyaksikan langsung latihan para pemain MU.


Selengkapnya...

Jumat, 01 Mei 2009

sejarah Demokrat


SEJARAH | Print |
PEMBENTUKAN DAN BERDIRINYA PARTAI DEMOKRAT

Partai Demokrat didirikan atas inisiatif saudara Susilo Bambang Yudhoyono yang terilhami oleh kekalahan terhormat saudara Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilihan Calon wakfl Presiden dalam Sidang MPR tahun 2001.

Dari perolehan suara dalam pemilihan cawapres dan hasil pooling public yang menunjukkan popularitas yang ada pada diri Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya disebut SBY), beberapa orang terpanggil nuraninya untuk memikirkan bagaimana sosok SBY bisa dibawa menjadi Pemimpin Bangsa dan bukan direncanakan untuk menjadi Wakil Presiden RI tetapi menjadi Presiden RI untuk masa mendatang. Hasilnya adalah beberapa orang diantaranya saudara Vence Rumangkang menyatakan dukungannya untuk mengusung SBY ke kursi Presiden, dan bahwa agar cita-cita tersebut bisa terlaksana, jalan satu-satunya adalah mendirikan partai politik. Perumusan konsep dasar dan platform partai sebagaimana yang diinginkan SBY dilakukan oleh Tim Krisna Bambu Apus dan selanjutnya tehnis administrasi dirampungkan oleh Tim yang dipimpin oleh saudara Vence Rumangkang. Juga terdapat diskusi-diskusi tentang perlunya berdiri sebuah partai untuk mempromosikan SBY menjadi Presiden, antara lain : Pada tanggal 12 Agustus 2001 pukul 17.00 diadakan rapat yang dipimpin langsung oleh SBY di apartemen Hilton. Rapat tersebut membentuk tim pelaksana yang mengadakan pertemuan secara marathon setiap hari. Tim itu terdiri dari : (1). Vence Rumangkang, (2). Drs. A. Yani Wahid (Alm), (3). Achmad Kurnia, (4). Adhiyaksa Dault, SH, (5).Baharuddin Tonti, (6). Shirato Syafei. Di lingkungan kantor Menkopolkampun diadakan diskusi-diskusi untuk pendirian sebuah partai bagi kendaraan politik SBY dipimpin oleh Drs. A. Yani Wachid (Almarhum). Pada tanggal 19 Agustus 2001, SBY memimpin langsung pertemuan yang merupakan cikal bakal pendirian dari Partai Demokrat. Dalam pertemuan tersebut, saudara Vence Rumangkang menyatakan bahwa rencana pendirian partai akan tetap dilaksanakan dan hasilnya akan dilaporkan kepada SBY.

Selanjutnya pada tanggal 20 Agustus 2001, saudara Vence Rumangkang yang dibantu oleh saudara Drs. Sutan Bhatoegana berupaya mengumpulkan orang-orang untuk merealisasikan pembentukan sebuah partai politik. Pada akhimya, terbentuklah Tim 9 yang beranggotakan 10 (sepuluh) orang yang bertugas untuk mematangkan konsep-konsep pendirian sebuah partai politik yakni: (1) Vence Rumangkang; (2) Dr. Ahmad Mubarok, MA.; (3) Drs. A. Yani Wachid (almarhum); (4) Prof. Dr. Subur Budhisantoso; (5) Prof. Dr. Irzan Tanjung; (6) RMH. Heroe Syswanto Ns.; (7) Prof. Dr. RF. Saragjh, SH., MH.; (8) Prof. Dardji Darmodihardjo; (9) Prof. Dr. Ir. Rizald Max Rompas; dan (10) Prof. Dr. T Rusli Ramli, MS. Disamping nama- nama tersebut, ada juga beberapa orang yang sekali atau dua kali ikut berdiskusi. Diskusi Finalisasi konsep partai dipimpin oleh Bapak SBY.

Untuk menjadi sebuah Partai yang disahkan oleh Undang- Undang Kepartaian dibutuhkan minimal 50 (limapuluh) orang sebagai pendirinya, tetapi muncul pemikiran agar jangan hanya 50 orang saja, tetapi dilengkapi saja menjadi 99 (sembilanpuluh sembilan) orang agar ada sambungan makna dengan SBY sebagai penggagas, yakni SBY lahir tanggal 9 bulan 9. Pada tanggal 9 September 2001, bertempat di Gedung Graha Pratama Lantai XI, Jakarta Selatan dihadapan Notaris Aswendi Kamuli, SH., 46 dari 99 orang menyatakan bersedia menjadi Pendiri Partai Demokrat dan hadir menandatangani Akte Pendirian Partai Demokrat. 53 (lima puluh tiga) orang selebihnya tidak hadir tetapi memberikan surat kuasa kepada saudara Vence Rumangkang. Kepengurusanpun disusun dan disepakati bahwa Kriteria Calon Ketua Umum adalah Putra Indonesia asli, kelahiran Jawa dan beragama Islam, sedangkan Calon Sekretaris Jenderal adalah dari luar pulau jawa dan beragama Kristen. Setelah diadakan penelitian, maka saudara Vence Rumangkang meminta saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso sebagai Pejabat Ketua Umum dan saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal sementara Bendahara Umum dijabat oleh saudara Vence Rumangkang.

Pada malam harinya pukul 20.30, saudara Vence Rumangkang melaporkan segala sesuatu mengenai pembentukan Partai kepada SBY di kediaman beliau yang saat itu sedang merayakan hari ulang tahun ke 52 selaku koordinator penggagas, pencetus dan Pendiri Partai Demokrat. Dalam laporannya, saudara Vence melaporkan bahwa Partai Demokrat akan didaftarkan kepada Departemen Kehakiman dan HAM pada esok hari yakni pada tanggal 10 September 2001.

PENGESAHAN PARTAI DEMOKRAT

Pada tanggal 10 September 2001 jam 10.00 WIB Partai Demokrat didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI oleh saudara Vence Rumangkang, saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso, saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung, saudara Drs. Sutan Bhatogana MBA, saudara Prof. Dr. Rusli Ramli dan saudara Prof. Dr. RF. Saragih, SH, MH dan diterima oleh Ka SUBDIT Pendaftaran Departemen Kehakiman dan HAM. Kemudian pada tanggal 25 September 2001 terbitlah Surat Keputusan Menkeh & HAM Nomor M.MU.06.08.-138 tentang pendaftaran dan pengesahan Partai Demokrat. Dengan Surat Keputusan tersebut Partai Demokrat telah resmi menjadi salah satu partai politik di Indonesia dan pada tanggal 9 Oktober 2001 Departemen Kehakiman dan HAM RI mengeluarkan Lembaran Berita Negara Nomor : 81 Tahun 2001 Tentang Pengesahan. Partai Demokrat dan Lambang Partai Demokrat. Selanjutnya pada tanggal 17 Oktober 2002 di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), Partai Demokrat dideklarasikan dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakemas) Pertama pada tanggal 18-19 Oktober 2002 di Hotel Indonesia yang dihadiri Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh Indonesia.

Sejalan dengan deklarasi berdirinya Partai Demokrat, sebagai perangkat organisasi dibuatlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sebagai langkah awal maka pada tahun 2001 diterbitkan AD/ART yang pertama sebagai peraturan sementara organisasi. Pada tahun. 2003 diadakan koreksi dan revisi sekaligus didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI sebagai Persyaratan berdirinya Partai Demokrat. Sejak pendaftaran tersebut, AD/ART Partai Demokrat sudah bersifat tetap dan mengikat hingga ada perubahan oleh forum Kongres ini.

Selengkapnya...